Total Tayangan Halaman

Minggu, 13 Januari 2008

Kriptografi, Enkripsi dan Perkembangan Teknologi Komunikasi.Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Perkembangan Teknologi Komunikasi.

I. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

a. Dunia maya atau yang lebih dikenal masyarakat dengan istilah cyberspace merupakan perkembangan yang pesat di bidang teknologi komunikasi sekarang ini. Istilah ”dunia maya” dimaknai secara berbeda oleh banyak kalangan. William Gibsson, dalam novelnya yang berjudul Neuromancer, menyatakan bahwa istilah tersebut merujuk pada jaringan informasi luas yang oleh para penggunanya disebut dengan console cowboys akan ”muncul”, atau koneksi langsung dengan sistem-sistem syaraf mereka. Definisi lebih formal dikembangkan dari pemikiran Gibson: ”Dunia maya adalah realita yang terhubung secara global, didukung komputer, berakses komputer, multidimensi, artifisial, atau”virtual”. Berbicara tentang keterbatasan cyberspace, sangat susah sekali untuk menganalisanya saya kira. Sebab, dalam cyberspace, kita dapat menemukan apa yang kita butuhkan dan inginkan. Namun, berinteraksi dengan cyberspace tanpa henti dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara dunia sosial kita dengan dunia privasi kita. Sehingga, hal ini secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan dunia kita yang sesungguhnya, karena selama ini kita hanya sibuk dengan dunia virtual kita saja. Padahal, dunia kita yang sesungguhnya tidaklah sama dengan virtual tersebut..
Dalam hal ini, individu dapat menghubungkan sistem syarafnya dengan jaringan komputer global dan mengalami apa yang disebut dengan Virtual Reality(VR). Oleh karena itu, konunikasi dengan menggunakan CMC (computer mediated communication) membantu masyarakat untuk mengetahui apa yang diinginkan hanya masuk ke dalam virtual reality. Morris juga menyebutkan dalam bukunya yang berjudul ”The Internet”, bahwa internet adalah:”a multifaced mass medium, it varies from interpersonal to mass communication” (Morris, 1996). Dengan merujuk pada pernyataan tersebut, dengan menggunakan internet, masyarakat dapat mengalami komunikasi interpersonal dan sekaligus komunikasi massa. Selain itu, internet mengubah komunikasi dengan cara yang fundamental. Media tradisional biasanya hanya memungkinkan melayani model komunikasi “satu-untuk-banyak”. Sedangkan internet menawarkan beberapa model tambahan, yaitu: banyak-untuk-satu (email ke satu alamat sentral, jumlah pengguan yang besar dengan 1 layanan website), dan banyak-untuk-banyak (email, milis, kelompok-kelompok batu). Dengan cara ini, internet menawarkan model komunikasi yang lebih terdesentralisasi dan lebih demokrasi dibanding media massa lain. Selain itu, dalam cyberspace, kita tidak perlu takut untuk mengekspresikan diri kita-sebab di situ, kita bebas untuk berbuat apa saja yang kita inginkan. Dunia cyberspace merupakan dunia tanpa batas, sehingga apa yang tidak mungkin kita lakukan di dunia sesungguhnya-dapat dilakukan di dunia virtual tersebut. Sehingga, pada akhirnya, kita dapat melakukan apa pun tanpa ada batasan, tanpa batas jarak, batas waktu, batas tata susila, dll.
b. Perkembangan teknologi komunikasi semakin menunjukkan perubahan yang berarti bagi masyarakat, contoh lain dari internet ialah teknologi selular. Pada awal 2003, saya ingat waktu itu saya duduk di bangku SMP kelas 3. Ketika itu, saya kagum sekali ketika teman saya membawa telepon selular pertama miliknya, Nokia tipe 3310. Kemudian disusul oleh kedua teman saya yang membeli Nokia tipe 3610 dengan screensaver yang dapat bergerak-pasti mahal sekali pikir saya. Apalagi ketika saya bertanya berapa harga sim-cardnya. Waktu itu harga 1 sim-card Simpati berharga Rp. 250 ribu-belum lagi harus mengisi pulsanya. Saya benar-benar merasa bahwa ketiga teman saya itu pastilah kelebihan uang sehingga mampu membeli barang mahal tersebut. Sekarang, ketika saya duduk di bangku kuliah-telepon selular bagaikan jamur di musim hujan. Ponsel bukan lagi barang mewah-namun sudah menjadi barang pokok yang wajib dipunyai. Tak hanya di Surabaya dan kota besar lainnya, bahkan di kota saya, Magetan, yang termasuk kota kecil, masyarakat sudah mengakrabi benda tersebut. Hal itu ditandai dengan maraknya counter-counter hp yang ada. Bahkan, sekarang hp tak hanya dimiliki oleh kaum remaja dan dewasa saja-tapi sudah merambah ke kaum tua dan anak kecil. Kadangkala, anak usia TK dan SD pun sudah mempunyai ponsel sendiri, walaupun tak tahu apa fungsinya. Bahkan, saat ini, ponsel dengan teknologi 3G atau 3,5G sudah barang yang biasa di masyarakat. Tak jarang, banyak juga teknologi ponsel yang menawarkan fasilitas lain, seperti fasilitas televisi di dalamnya. Perubahan besar ini memang tak lepas dari peran perkembangan teknologi komunikasi yang pesat, khususnya di Indonesia dewasa ini.
c. Dengan perkembangan teknologi komunikasi yang ada di Indonesia khususnya, tentu tidak lepas dari struktur regulasi yang mengatur demokrasi informasi di Indonesia. Menurut pandangan saya, demokrasi sudah tercipta dengan begitu baiknya di Indonesia-bahkan kadang sering kebablasan. Dengan belum adanya aturan hukum di Indonesia tentang penggunaan internet-demokrasi tersebut kerap disalahartikan. Misalnya, ketika reog Ponorogo diklaim Malaysia sebagai budaya miliknya-hal itu menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Seperti ketika saya membuka facebook milik saya, tiba-tiba saya terdapat situs yang bernama Malingsia.com, dan ketika saya membukanya-saya melihat banyak sekali komentar (bahkan adu mulut) dari masyarakat(yang mengaku warga Indonesia dan Malaysia), tentang reog Ponorogo yang menjadi pro kontra tersebut. Bahkan, saya diajak untuk menjadi member dalam situs bernama Save for Indonesia dan We are Indonesian. Oleh karena itu, menurut saya dunia internet Indonesia sangat bebas sekali untuk menuangkan gagasan kita terhadap suatu masalah tertentu, dan hal ini perlu dikhawatirkan sebab dapat menimbulkan konflik dan kesalahpahaman antara warga.
d. Dengan kemajuan teknologi, masyarakat pasti akan semakin paham akan sistem internet yang ada, hal itu dapat menjadikan peluang melakukan tindakan kriminal. Dan kejadian kejahatan lewat internet yang marak belakangan ini, seperti pencurian uang ATM via internet seharusnya menjadi cambuk bagi pemerintah untuk membuat aturan tersebut. Oleh sebab itu, dalam dunia informasi dikenal istilah Kriptografi dan Enkripsi. Kriptografi adalah suatu ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita. Kriptografi digunakan untuk mencegah orang yang tidak berhak untuk memasuki komunikasi, sehingga kerahasiaan data dapat dilindungi. Secara singkatnya, kriptografi digunakan dalam mengirim dan menerima pesan. Kriptografi berpatokan pada kunci yang secara selektif telah disebar pada komputer-komputer yang berada dalam satu jaringan dan digunakan untuk memproses suatu pesan.dalam bidang kriptografi. Enkripsi ialah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Dikarenakan enkripsi telah digunakan untuk mengamankan komunikasi di berbagai negara, hanya organisasi tertentu dan individu yang memiliki kepentingan yang sangat mendesak akan kerahasiaan yang menggunakan enkripsi. Di pertengahan tahun 1970-an, enkripsi dimanfaatkan untuk pengamanan oleh sekretariat agen pemerintah USA pada domain publik, dan saat ini enkripsi telah digunakan pada sistem secara luas, seperti Internet e-commerce, jaringan Telepon Bergerak dan ATM bank. Enkripsi dapat digunakan untuk tujuan keamanan, tetapi teknik lain masih diperlukan untuk membuat komunikasi yang aman, terutama untuk memastikan integritas dan autentikasi dari sebuah pesan. Contohnya, Message Authentication Code (MAC) atau digital signature. Penggunaan yang lain yaitu untuk melindungi dari analisis jaringan komputer.

II. ANALISA PORTAL BERITA LOKAL
a. Ketika mendapat tugas analisa ini, saya memilih portal berita lokal detiksurabaya.com. Menurut saya tampilan halaman muka detiksurabaya.com., sudah lumayan bagus dengan berbagai menu pilihan berita yang ada, contohnya; Home, NewsSurabaya, NewsJatim dll., sehingga memudahkan kita untuk mencari berita yang kita inginkan. Di tampilan halaman muka tersebut, kita dapat melihat adanya penggalan berita. Ketika kemarin saya membukanya, saya membaca penggalan berita yang berjudul ”Pak Harto Sangat Kritis”. Di dalam penggalan berita tersebut, diceritakan bahwa pak Harto berada dalam masa kritis sebab menderita kegagalan multiorgan dan dipasang ventilator sebagai upaya terakhir dari pihak Tim Dokter Kepresidenan di Rumah Sakit Pemerintah Pertamina. Dengan adanya penggalan berita itu, pengakses dapat memilih berita yang dikehendakinya tanpa harus membaca satu-persatu artikel yang ada.
b. Di detiksurabaya.com, kemudahan mengakses informasi pun terpenuhi. Hal ini didukung dengan adanya berbagai macam layanan info di Surabaya, misalnya; info PLN/PAM, hotel, Telkom, polisi, rumah sakit, ATM, dll. Selain itu, akses informasi pun bertambah mudah dengan tersedianya situs pencari informasi, Google, sehingga pengakses tidak perlu susah-susah membuka new tab hanya lagi hanya untuk mencari di Google. Hal ini merupakan nilai tersendiri, walaupun memang keberadaan Google sudah umum di portal berita yang lain. Kita juga bisa mencari berita pada tanggal sebelumnya melalui index berita dan dapat melihat langsung berita lengkapnya sesuai hari atau tanggal pilihan kita.
c. Bagi suatu portal berita yang berfungsi menyediakan semua informasi bagi pengaksesnya, kemudahan mengakses hyperlink pun sudah terpenuhi dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya banyak hyperlink, yang jika di-klik dapat menampilkan informasi selengkapnya tentang hal tersebut, baik masih di dalam portal itu maupun berpindah ke spot lain tanpa harus menunggu lama.
d. Prinsip Online Journalism, pada dasarnya adalah sebagai pelengkap berita yang ada di media massa lain. Nilai berita yang dimuat sudah terpenuhi dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan ke-update-an berita, prinsip 5W+1H (what, why, where, when, who and how) dan kemudahan mengakses berita juga. Namun, kritik saya terhadap detiksurabaya.com adalah belum tersedianya video sebagai pelengkap berita di media tradisional, seperti surat kabar. Karakteristik Online Journalism sudah lumayan tercapai, yaitu hypertextuality. Di detiksurabaya.com sudah tersedia beragam hyperlinkyang menyediakan beragam informasi yang kita butuhkan. Namun, prinsip multimediality dan interactivity belum tercapai dengan baik. Sebab, belum tersedianya video sebagai pelengkap keakuratan muatan berita. Selain itu, media interaktif sebagai pwerujudan prinsip interactivity juga belum tercapai. Hal ini dibuktikan dengan belum adanya tempat di detiksurabaya.com sebagai area para pengunjung portal untuk dapat langsung mengomentari berita yang ada dan bisa langsung berbicara dengan orang yang dikomentari.


Tidak ada komentar: